{"id":10381,"date":"2023-12-12T18:41:00","date_gmt":"2023-12-12T11:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=10381"},"modified":"2025-10-11T11:58:32","modified_gmt":"2025-10-11T04:58:32","slug":"perbedaan-konsinyasi-dan-dropship","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/","title":{"rendered":"Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia bisnis, ada dua model bisnis yang sering digunakan, yaitu konsinyasi dan dropship. Namun, ternyata masih banyak pelaku bisnis yang masing bingung perbedaan kedua model bisnis tersebut. <em>Memang apa perbedaannya<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p>Konsinyasi adalah suatu modal bisnis dimana pemilik produk (<em>consignor<\/em>) menitipkan barang dagangannya kepada penjual (<em>consignee<\/em>) untuk dijual. Setelah produk terjual, <em>consignee<\/em> akan mendapatkan komisi dari penjualan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, dropship merupakan suatu model bisnis dimana penjual atau yang biasa disebut <em>dropshipper <\/em>memasarkan dan menjual produk milik pihak lain atau menjadi perantara antara pembeli dan supplier (pihak lain).<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan satu sama lain antara konsinyasi dan dropship yang penting diketahui pelaku bisnis sebelum menentukan model untuk bisnisnya. Simak penjelasannya di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<\/strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/kelebihan-kekurangan-sistem-konsinyasi\/\"><strong>Sistem Konsinyasi: Kelebihan dan Kekurangan Menjual \u2018Produk\u2019 Orang<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Konsinyasi_dan_Dropship\"><\/span><strong>Perbedaan Konsinyasi dan Dropship<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"426\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/droship.png\" alt=\"Alur Model Bisnis Dropship\" class=\"wp-image-10382\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Alur Model Bisnis Dropship (Photo by Max Oke)<\/em><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Meski sama-sama melibatkan penjualan produk tanpa harus membelinya terlebih dahulu, model bisnis konsinyasi dan dropship memiliki perbedaan yang signifikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini perbedaan mengenai konsinyasi dan dropship:<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Konsinyasi_dan_Dropship-2\"><\/span><strong>Perbedaan Konsinyasi dan Dropship<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Stok_dan_barang\"><\/span>1. Stok dan barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada model bisnis konsinyasi, pemilik produk atau<em> consignor<\/em> yang memiliki stok barang dan menitipkannya kepada penjual atau <em>consignee<\/em> untuk dijual. Sedangkan pada model bisnis dropship, penjual atau dropshipper tidak memiliki stok barang, melainkan mengirimkan pesanan langsung kepada <em>supplier<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16470\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Blog-Android-iOS-Landscape-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pengiriman_barang\"><\/span>2. Pengiriman barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam model bisnis konsinyasi, <em>consignee<\/em> bertanggung jawab atas pengiriman barang kepada pembeli. Sedangkan dalam model bisnis dropship, supplier bertanggung jawab atas pengiriman barang kepada pembeli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pengembalian_barang\"><\/span>3. Pengembalian barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada model bisnis konsinyasi, <em>consignee<\/em> harus menangani pengembalian barang dan mengembalikan barang kepada <em>consignor<\/em> jika tidak terjual. Sedangkan dalam model bisnis dropship, supplier harus menangani pengembalian barang dan memproses pengembalian kepada pembeli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Biaya_pengiriman_barang\"><\/span>4. Biaya pengiriman barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam model bisnis konsinyasi, <em>consignee<\/em> menanggung biaya pengiriman barang kepada pembeli. Sedangkan dalam model bisnis dropship, biasanya penjual atau <em>dropshipper<\/em> menanggung biaya pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Harga_jual\"><\/span>5. Harga jual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada model bisnis konsinyasi, <em>consignee<\/em> biasanya menetapkan harga jual berdasarkan kesepakatan dengan <em>consignor<\/em>. Sedangkan dalam model bisnis <em>dropship<\/em>, penjual atau <em>dropshipper<\/em> menentukan harga jual berdasarkan harga yang diberikan oleh <em>supplier<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kualitas_barang\"><\/span>6. Kualitas barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam konsinyasi, <em>consignee<\/em> bertanggung jawab atas kualitas barang dan harus memastikan kesesuaian dengan deskripsi <em>consignor<\/em>. Sedangkan dalam <em>dropship<\/em>, <em>supplier<\/em> bertanggung jawab atas kualitas barang dan harus sesuai dengan deskripsi penjual.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Keuntungan\"><\/span>7. Keuntungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam model bisnis konsinyasi, <em>consignee<\/em> mendapatkan keuntungan berupa komisi dari penjualan produk. Sedangkan dalam model bisnis <em>dropship<\/em>, penjual atau <em>dropshipper<\/em> mendapatkan keuntungan berupa selisih harga jual dan harga beli dari <em>supplier<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Kontrol_atas_kualitas_barang\"><\/span>8. Kontrol atas kualitas barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"333\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-4-1.png\" alt=\"Alur Bisnis Sistem Konsinyasi\" class=\"wp-image-10375\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Alur Bisnis Sistem Konsinyasi (Photo by Ginee)<\/em><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dalam model bisnis konsinyasi, <em>consignor<\/em> memiliki kontrol atas stok barang dan dapat memutuskan untuk menarik kembali barang yang belum terjual. Sedangkan dalam model bisnis <em>dropship<\/em>, supplier memiliki kontrol atas stok barang dan dapat memutuskan untuk menghentikan penjualan produk jika stok barang sudah habis atau tidak tersedia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Risiko_kerugian\"><\/span>9. Risiko kerugian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam model bisnis konsinyasi, <em>consignee<\/em> memiliki risiko kerugian jika produk tidak terjual atau kembali rusak saat pengiriman. Sedangkan dalam model bisnis <em>dropship<\/em>, <em>supplier<\/em> memiliki risiko kerugian jika produk yang dikirimkan tidak sesuai dengan pesanan atau rusak saat pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Fleksibilitas_menentukan_harga\"><\/span>10. Fleksibilitas menentukan harga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam konsinyasi, <em>consignee<\/em> memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam menentukan harga jual karena mereka memiliki kontrol atas stok barang. Sedangkan dalam model bisnis <em>dropship<\/em>, penjual atau dropshipper memiliki lebih sedikit fleksibilitas dalam menentukan harga jual karena harga sudah ditentukan oleh supplier.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/contoh-bisnis-konsinyasi\/\">3 Contoh Bisnis Konsinyasi yang Paling Menguntungkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, model bisnis konsinyasi dan <em>dropship<\/em> memiliki perbedaan yang signifikan yang penting diketahui bagi pelaku bisnis. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, maka kamu bisa mempertimbangkan dengan cermat sebelum memilih model bisnis untuk bisnis kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Mau terima pembayaran dengan mudah dari pelanggan<em> <\/em>bisnis kamu? Gunakan saja Paper.id. Aplikasi yang memudahkan menerima pembayaran invoice kamu dengan berbagai pilihan metode, seperti transfer antar bank dan kartu kredit.<\/p>\n\n\n\n<p>Paper.id sangat cocok untuk kamu yang saat ini akan memulai atau sedang menjalani bisnis konsinyasi atau <em>dropship<\/em>. Tertarik? Ayo daftarkan segera bisnis kamu dengan klik <em>link<\/em> di bawah ini sekarang juga!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=konsinyasi_vs_dropship&amp;utm_content=button\" style=\"background-color:#5195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, ada dua model bisnis yang sering digunakan, yaitu konsinyasi dan dropship. Namun, ternyata masih banyak pelaku bisnis yang masing bingung perbedaan kedua model bisnis tersebut. Memang apa perbedaannya? Konsinyasi adalah suatu modal bisnis dimana pemilik produk (consignor) menitipkan barang dagangannya kepada penjual (consignee) untuk dijual. Setelah produk terjual, consignee akan mendapatkan komisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10383,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketahui perbedaan mendasar antara konsinyasi dan dropship untuk meningkatkan bisnis Anda. Baca artikel ini sekarang!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketahui perbedaan mendasar antara konsinyasi dan dropship untuk meningkatkan bisnis Anda. Baca artikel ini sekarang!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-12T11:41:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-11T04:58:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/dropshipper-dan-reseller-1296x700-1-scaled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"324\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?","description":"Ketahui perbedaan mendasar antara konsinyasi dan dropship untuk meningkatkan bisnis Anda. Baca artikel ini sekarang!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?","og_description":"Ketahui perbedaan mendasar antara konsinyasi dan dropship untuk meningkatkan bisnis Anda. Baca artikel ini sekarang!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2023-12-12T11:41:00+00:00","article_modified_time":"2025-10-11T04:58:32+00:00","og_image":[{"width":600,"height":324,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/dropshipper-dan-reseller-1296x700-1-scaled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?","datePublished":"2023-12-12T11:41:00+00:00","dateModified":"2025-10-11T04:58:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/"},"wordCount":650,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/","name":"Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-12-12T11:41:00+00:00","dateModified":"2025-10-11T04:58:32+00:00","description":"Ketahui perbedaan mendasar antara konsinyasi dan dropship untuk meningkatkan bisnis Anda. Baca artikel ini sekarang!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/perbedaan-konsinyasi-dan-dropship\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konsinyasi vs Dropship: Sudah Tahu Bedanya dari Perspektif Pebisnis?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10381"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10381"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10381\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17393,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10381\/revisions\/17393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}