{"id":10015,"date":"2023-03-15T18:17:42","date_gmt":"2023-03-15T11:17:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=10015"},"modified":"2026-04-15T17:17:03","modified_gmt":"2026-04-15T10:17:03","slug":"memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/","title":{"rendered":"Memahami MDR: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis?"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, banyak bisnis yang memanfaatkan teknologi untuk menerima pembayaran elektronik seperti kartu kredit atau debit. Namun, keuntungan dari kemudahan ini seringkali disertai dengan biaya pengolahan pembayaran. Salah satu biaya yang harus diperhatikan oleh bisnis adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Merchant Discount Rate <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(MDR). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apa sih MDR? Bagaimana pengaruhnya terhadap Bisnis?<\/span><\/i><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/apa-itu-mdr\/\">MDR adalah<\/a> biaya yang dikenakan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya kepada pedagang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">merchant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) sebagai biaya pengolahan pembayaran. Biaya ini biasanya dihitung sebagai persentase dari total transaksi dan dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti jenis kartu, risiko transaksi, dan jaringan pembayaran yang digunakan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, penting bagi kamu para pelaku bisnis untuk memahami bagaimana MDR mempengaruhi bisnis. Berikut beberapa pengaruh<\/span>nya <span style=\"font-weight: 400;\">terhadap bisnis. Simak penjelasannya di bawah ini.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_MDR_Merchant_Discount_Rate_Terhadap_Bisnis\"><\/span><b>Pengaruh MDR (<\/b><b><i>Merchant Discount Rate<\/i><\/b><b>) Terhadap Bisnis<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"font-size: revert; color: initial;\">Biaya Pengolahan Pembayaran dapat Mempengaruhi Keuntungan Bersih Bisnis<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Copy-of-2023-trends-interview-KH-1-1024x426.jpg\" alt=\"Proses Pembayaran Merchant Discount Rate\" class=\"wp-image-10016\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Proses Pembayaran Merchant Discount Rate (MDR) (Photo by CatalystPay)<\/em><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin tinggi MDR yang dikenakan, semakin kecil keuntungan yang dapat diperoleh dari transaksi yang dilakukan. Oleh karena itu, sangat penting bagi bisnis untuk mempertimbangkan MDR ketika menetapkan harga produk atau layanan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, kamu sebagai pelaku usaha menjual produk senilai Rp 10.000.000,- dengan menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayaran. Biaya MDR yang dikenakan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">acquirer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (lembaga pemrosesan pembayaran) adalah 2%, yang berarti kamu harus membayar biaya sebesar Rp 200.000,- kepada lembaga pemroses pembayaran.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya tersebut tentu akan mempengaruhi keuntungan bisnismu karena biaya MDR merupakan biaya operasional yang harus ditanggung oleh kamu. Jika biaya<\/span>nya<span style=\"font-weight: 400;\"> terlalu tinggi, maka dapat mempengaruhi margin keuntungan bisnis. Sebaliknya, jika biaya<\/span>nya<span style=\"font-weight: 400;\"> terlalu rendah, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">acquirer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan yang cukup dari layanan yang mereka berikan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, kamu harus mempertimbangkan biaya MDR ini dalam perhitungan keuntungan bisnis. Jika biaya<\/span>nya <span style=\"font-weight: 400;\">terlalu tinggi, kamu dapat mencari alternatif metode pembayaran yang lebih murah, seperti pembayaran tunai atau pembayaran melalui aplikasi digital yang menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, jika biaya MDR rendah, maka kamu dapat mempertimbangkan untuk menggunakan lebih banyak metode pembayaran yang menggunakan kartu kredit atau debit untuk memudahkan pembayaran bagi pelanggan dan meningkatkan volume penjualan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nikmati biaya transaksi sebesar 1,45% dengan membayar via Paper.id atau metode pembayaran digital yang tersedia (Tokopedia\/Blibli). Selain itu, kamu juga bisa bayar invoice ke supplier lebih mudah pakai <\/span><a href=\"https:\/\/paper.id\/paperpay-out.php\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">PaperPay Out<\/span><\/i><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan berbagai metode pembayaran, khususnya pakai kartu kredit!<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: Begini Keuntungan Transaksi Bisnis Menggunakan Kartu Kredit<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"font-size: revert; color: initial;\">Mempengaruhi Harga Produk atau Layanan yang Dikenakan Pada Konsumen<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu menaikkan harga produk atau layanan untuk menutupi biaya MDR, hal ini dapat memengaruhi jumlah penjualan atau kepercayaan konsumen pada bisnis kamu. Sebagian besar konsumen akan mempertimbangkan harga sebelum membeli suatu produk atau layanan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jika seorang pedagang terlihat mengenakan biaya tambahan untuk menutupi biaya MDR, hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen pada bisnis tersebut. Konsumen mungkin merasa bahwa pedagang tersebut tidak jujur atau tidak transparan dalam membebankan biaya operasional mereka pada konsumen.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, sebaiknya kamu mencari cara lain untuk mengatasi biaya MDR, seperti mencari alternatif metode pembayaran yang lebih murah atau mempertimbangkan untuk menurunkan biaya operasional bisnis yang lain. Jika kamu harus menaikkan harga produk atau layanan, maka sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan dilakukan dengan alasan yang jelas dan transparan kepada konsumen.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"font-size: revert; color: initial;\">MDR Dapat Berbeda-beda Tergantung Pada Jenis Kartu yang Digunakan<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kartu kredit dan debit memiliki MDR yang berbeda, dan bahkan kartu yang dikeluarkan oleh jaringan pembayaran yang sama dapat memiliki MDR yang berbeda tergantung pada jenis kartu dan risiko transaksi. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mempertimbangkan biaya pengolahan pembayaran ketika memilih jenis kartu yang akan diterima.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memutuskan untuk menerima jenis kartu tertentu, kamu harus mempelajari dan memahami biaya MDR yang dikenakan pada jenis kartu tersebut. Jika biaya<\/span>nya <span style=\"font-weight: 400;\">terlalu tinggi, maka kamu dapat mencari alternatif metode pembayaran yang lebih murah atau mempertimbangkan untuk membatasi jenis kartu yang diterima.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seorang kamu juga harus mempertimbangkan preferensi dan kebutuhan pelanggan kamu. Jika pelanggan cenderung menggunakan jenis kartu tertentu, maka kamu mungkin harus mempertimbangkan untuk menerima jenis kartu tersebut meskipun biaya MDR-nya tinggi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk melakukan perhitungan dan analisis yang cermat dalam memilih jenis kartu yang akan diterima, sehingga dapat memaksimalkan keuntungan bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan kamu.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"font-size: revert; color: initial;\">Bisnis Dapat Memperoleh Keuntungan dengan Menegosiasikan MDR<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa memperoleh keuntungan dengan menegosiasikan MDR yang lebih rendah dengan bank atau lembaga keuangan lainnya. Ini dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai opsi dan menawarkan volume transaksi yang besar. Namun, pastikan untuk membaca dan memahami semua persyaratan dan ketentuan sebelum menandatangani kontrak.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, kamu bergerak di perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ingin membicarakan MDR dengan pihak bank. Kamu merasa tarif MDR yang dikenakan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis sejenis. Setelah memperjelas volume transaksi dan risiko yang dimiliki, pihak bank meminta laporan keuangan terkini dan data transaksi dari 6 bulan terakhir untuk menawarkan tarif yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, sebaiknya kamu melakukan riset yang cermat dan membandingkan berbagai opsi sebelum menandatangani kontrak dengan bank atau lembaga keuangan lainnya. Dengan melakukan ini, kamu dapat memperoleh MDR yang lebih rendah dan memaksimalkan keuntungan bisnis mereka tanpa menimbulkan biaya yang tidak diinginkan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu contohnya, transaksi dengan menggunakan QRIS yang lebih murah. Bank Indonesia atau BI menetapkan biaya MDR pada QRIS sebesar 0,7% untuk transaksi QRIS di daerah perkotaan, dan 0,5% untuk transaksi QRIS di daerah pedesaan. Yuk, kenali lebih dalam soal MDR untuk QRIS ini. <\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_MDR_pada_QRIS\"><\/span><b>Apa itu MDR pada QRIS?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/01af7164853855f9bcd671b6a4cd3b81-1024x682.jpg\" alt=\"UMKM Memanfaatkan QRIS sebagai Solusi Pembayaran Digital\" class=\"wp-image-9950\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>UMKM Memanfaatkan QRIS sebagai Solusi Pembayaran Digital (Photo by Media Indonesia)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk pertumbuhan pasar pembayaran elektronik yang sangat besar. Namun, biaya pengolahan pembayaran menjadi kendala bagi pedagang untuk memperluas penggunaan teknologi pembayaran elektronik, terutama bagi pedagang kecil dan menengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi masalah ini, BI atau Bank Indonesia meluncurkan sistem pembayaran elektronik QRIS (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Quick Response Code Indonesia Standard<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) pada tahun 2019. Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.bi.go.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bank Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, QRIS adalah standar nasional untuk pembayaran melalui kode QR yang memungkinkan transaksi pembayaran elektronik melalui aplikasi dompet digital, internet banking, atau mesin EDC (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Electronic Data Capture<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu keuntungan dari QRIS adalah biaya pengolahan pembayaran yang lebih rendah dibandingkan dengan metode pembayaran elektronik lainnya seperti kartu kredit dan debit. Biaya pengolahan pembayaran QRIS diatur oleh MDR, yang merupakan biaya yang dibebankan pada pedagang untuk memproses transaksi pembayaran QRIS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">MDR pada QRIS adalah biaya yang ditetapkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya yang memproses transaksi pembayaran QRIS. Biaya ini dikenakan pada pedagang sebagai biaya pengolahan transaksi. Namun, biaya MDR pada QRIS jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya pengolahan transaksi kartu kredit atau debit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih, kini BI memperpanjang kembali masa berlaku ketentuan MDR QRIS untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">merchant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kategori Usaha Mikro (UMI) yang seharusnya dikenakan 0,7%, kini menjadi sebesar 0% saja. Diskon istimewa ini diperpanjang dari sebelumnya sampai dengan akhir Desember 2021 menjadi 31 Desember 2022, dan saat ini BI melonggarkan kembali masa berlaku ketentuan MDR menjadi sampai dengan 30 Juni 2023.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa tahun terakhir, QRIS telah menjadi populer di Indonesia karena kemudahan penggunaannya dan biaya pengolahan pembayaran yang lebih rendah. Pedagang dapat memasang kode QRIS di toko mereka untuk menerima pembayaran elektronik dari pelanggan, yang kemudian dapat membayar melalui aplikasi dompet digital atau mesin EDC.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, MDR pada QRIS juga telah memberikan manfaat bagi pedagang dengan biaya pengolahan pembayaran yang lebih rendah, yang kemudian dapat memperluas penggunaan teknologi pembayaran elektronik di Indonesia. Dengan demikian, MDR pada QRIS memiliki potensi besar untuk mengubah cara pembayaran dilakukan di Indonesia dan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi digital di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga: <\/b><strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/tentang-qris-metode-pembayaran-baru-efeknya-terhadap-bisnis-di-indonesia\/\">Mengenal QRIS: Metode Pembayaran Digital Standar di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itulah beberapa pengaruh MDR terhadap bisnis kamu. MDR adalah biaya penting yang perlu dipertimbangkan oleh kamu yang ingin menerima pembayaran secara elektronik. Kamu harus memahami bagaimana biaya ini mempengaruhi keuntungan, harga yang dikenakan pada pelanggan, pilihan kartu yang diterima, dan kesempatan untuk menegosiasikan MDR yang lebih rendah. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, kamu dapat mengoptimalkan pengolahan pembayaran dan memaksimalkan keuntungan bersih kamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayo selalu dapatkan kemudahan dalam mengelola bisnis kamu dengan Paper.id &#8211; <\/span><a href=\"https:\/\/paper.id\/kirim-invoice.php\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">aplikasi invoice digital<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> gratis yang siap membantu bisnis kamu. Tetap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">up-to-date<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan berita dan informasi terbaru seputar bisnis di blog <\/span><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paper.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, banyak bisnis yang memanfaatkan teknologi untuk menerima pembayaran elektronik seperti kartu kredit atau debit. Namun, keuntungan dari kemudahan ini seringkali disertai dengan biaya pengolahan pembayaran. Salah satu biaya yang harus diperhatikan oleh bisnis adalah Merchant Discount Rate (MDR). Apa sih MDR? Bagaimana pengaruhnya terhadap Bisnis? MDR adalah biaya yang dikenakan oleh bank atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10017,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6445],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami MDR: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari lebih lanjut tentang MDR dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis kamu. Simak penjelasannya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami MDR: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari lebih lanjut tentang MDR dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis kamu. Simak penjelasannya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-15T11:17:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-15T10:17:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Online_Shoping_13-scaled-1-scaled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami MDR: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis?","description":"Pelajari lebih lanjut tentang MDR dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis kamu. Simak penjelasannya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Memahami MDR: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis?","og_description":"Pelajari lebih lanjut tentang MDR dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis kamu. Simak penjelasannya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2023-03-15T11:17:42+00:00","article_modified_time":"2026-04-15T10:17:03+00:00","og_image":[{"width":600,"height":320,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Online_Shoping_13-scaled-1-scaled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Memahami MDR: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis?","datePublished":"2023-03-15T11:17:42+00:00","dateModified":"2026-04-15T10:17:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/"},"wordCount":1313,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pembayaran Digital"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/","name":"Memahami MDR: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-03-15T11:17:42+00:00","dateModified":"2026-04-15T10:17:03+00:00","description":"Pelajari lebih lanjut tentang MDR dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis kamu. Simak penjelasannya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/memahami-mdr-bagaimana-pengaruhnya-terhadap-bisnis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami MDR: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Bisnis?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10015"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10015"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33711,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10015\/revisions\/33711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}