Social Media Marketing

Social Media Marketing- Banyak sekali anggapan jika sosial media bukanlah channel yang tepat untuk dimanfaatkan sebagai media dalam B2B. Hal tersebut bisa dibilang tidak benar sebab banyak dari B2B saat ini dikuasai oleh kaum milenial yang tidak gagap teknologi.

Bahkan, sebagian besar dari B2B saat ini mencari produk atau jasa yang diinginkan melalui social media. Tujuannya jelas agar bisa mengetahui seberapa terkenal vendor yang akan diajak kerjasama. Beberapa waktu lalu, Fran Bosan (founder dari Omobono) membuat sebuah riset tentang pengaruh social media marketing di B2B.

“Social media saat ini menjadi salah satu media yang paling efektif untuk mendapatkan engagement dari klien. 79% dari total 115 senior level B2B marketer telah melakukannya untuk perusahaan mereka. Bahkan,38% extra budget yang diminta dari perusahaan akan digunakan untuk meningkatkan brand awareness melalui sosial media,” kta Fran Bosan.

Apabila saat ini kamu telah menggunakannya namun masih belum mendapatkan maksimal, coba terapkan 3 cara ampuh yang dijelaskan oleh Neil Patel di bawah ini:

Baca Juga: Sosial Media Marketing, 5 Dampak Positif dalam Perkembangan B2B

Cari Perspektif Baru

Sosial Media MarketingBanyak dari perusahaan B2B saat ini menggunakan social media marketing dengan cara yang membosankan. Cara mereka dalam mengeksekusi sebuah konten tidaklah bisa diterima oleh pengguna sosial media yang lebih didominasi kaum milenial. Hal itu membuat engagement (likes dan comment) hanya sedikit.

Lantas, bagaimana cara membuat sebuah sosial media perusahaan B2B menjadi lebih berwarna alias tidak membosankan? Ini dia contohnya.

Paper.id, software invoice dan akuntansi #1 di Indonesia telah memiliki lebih dari 50 ribu pengguna sejauh ini. Di dalam sosial media, Paper.id tidak selalu menjelaskan mengenai invoice dan hal yang berbau back office. Kenapa? karena perspektif tersebut tidak disukai oleh para pengguna media sosial.

Sebaliknya, Paper.id mengambil angle yang lebih besar tentang bisnis. Sebagai contoh, Paper.id membuat infografis untuk perkembangan bisnis di Indonesia yang didominasi kaum muda. Kemudian, ada juga konten yang membahas bisnis-bisnis paling laku di Indonesia. Angle tersebut diambil karena lebih diminati pengguna.

Jika sebuah software invoice saja bisa membuat konten yang menarik di sosial media, mengapa kamu tidak?

Kolaborasi dengan Influencer

Endorse selebgram

Salah satu faktor penting dalam kemajuan social media marketing di B2B adalah dengan mengajak influencer bergabung. Ajak seseorang yang punya pengaruh besar atas kemajuan bisnis saat ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah influencer yang akan diajak kerjasama.

Followers dari seorang influencer sangat berpengaruh atas kesuksesan bisnis kamu. Itulah kamu harus mengenal siapakah orang yang kamu ajak untuk kolaborasi. Sebab, apabila kamu mengajak orang yang salah, uang modal untuk membayar influencer tidak akan kembali alias kamu rugi.

Selain itu, penggunaan influencer juga dimaksudkan agar sosial media terlihat lebih humanize. Dengan begitu, pengguna tidak terpaku dengan hal yang sama setiap waktunya. Lihat saja bagaimana kitabisa.com, gojek dan beberapa startup lain melakukannya.

Mengutamakan LinkedIn

B2B Marketing Channel

97% perusahaan B2B menurut Neil Patel mengutamakan LinkedIn sebagai media sosial terbaik untuk meningkatkan brand awareness. Lebih lanjut, distribusi konten di dalam B2B memang juga didominasi oleh LinkedIn kemudian diikuti oleh Twitter. Sementara itu, Instagram hanya berada di tempat ke-7 sebagai sosial media paling cocok di B2B.

Dalam B2B, traffic bukanlah tujuan utama atau goal dari sebuah keberhasilan. Tujuan sebenarnya adalah dengan mendapatkan leads, itulah kenapa LinkedIn menjadi sarana yang paling tepat sebab disana para profesional lebih sering mengungkapkan ekspresi mereka melalui sebuah konten ataupun hal lain.

Di LinkedIn, semua orang yang terlibat di dalam merupakan mereka yang profesional, tidak akan ada video kucing menari seperti yang ditemukan di Instagram atau alat pembesar kelamin seperti yang ada di dalam Facebook. Itulah kenapa LinkedIn menjadi channel yang harus sudah dikembangkan sejak saat ini.

Itu dia beberapa cara ampuh untuk menggunakan social media marketing di dalam B2B. Jika ada pertanyaan ataupun komentar mengenai hal ini, silahkan menulisnya di kolom komentar di bawah.

 

(Visited 711 times, 2 visits today)