Hingga Oktober 2019, sudah ada 5 startup Unicorn Indonesia. Yang terbaru, ada OVO yang menjadi startup Unicorn kelima dengan valuasi sebesar 2,9 Miliar Dollar AS atau 41 Triliun Rupiah menurut data CB Insight.

Keberadaan 5 startup tersebut diharapkan dapat memacu startup lainnya untuk berkembang dan mencapai status Unicorn. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa ia berharap akan ada startup lainnya yang menyentuh status Unicorn.

Baca juga: 3 startup bangkrut padahal berstatus Unicorn

Untuk mencapai status Unicorn membutuhkan perjuangan yang panjang. 5 startup yang telah mencapai status Unicorn juga telah melalui perjalanan yang panjang dan berliku-liku. Berikut kisah singkat dari 5 startup yang telah mencapai status unicorn di tanah air.

Gojek

Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim di tahun 2010 dan berada dalam naungan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa. Sejak didirikan, Gojek merupakan startup pertama yang telah mencapai status Unicorn dan juga mencapai decacorn dengan valuasi 10 miliar Dollar AS menurut CB Insights.

Gelar Unicorn didapat oleh Gojek setelah menerima kucuran dana sebesar 550 juta Dollar AS atau 7,2 triliun Rupiah dari beberapa investor pada tahun 2016 lalu seperti Warburg Pincus, Sequioa Capital India hingga Formation Group.

Berkat dana super besar tersebut, mereka mengembangkan fitur aplikasi mereka. Dari yang awalnya hanya transportasi (Go Ride dan Go Car) hingga variasi layanan seperti Go Food, Go Send, Go Massage, dan lainnya. Gojek juga telah tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Vietnam, dan Thailand.

Tokopedia

Tokopedia merupakan e-commerce online to offline yang didirikan oleh William Tanuwijaya yang menyabet status unicorn pada 2017. Mereka mendapatkannya setelah mendapatkan pendanaan sebesar 1,1 miliar Dollar AS.

Dilansir dari Kompas, ada sekitar 90 juta pengguna aktif per bulan dan 6,4 juta penjual yang ada.  Selain itu, ada 150 juta produk, 33 produk digital, dan 50 sistem pembayaran yang tercatat disana. Hingga kini, valuasi 7 miliar Dollar AS.

Traveloka

Perusahaan ini didirikan oleh Ferry Unardi, Albert Zhang, dan Derianto Kusuma pada tahun 2012. Berpusat pada bidang pemesanan hotel dan travel, perusahaan ini merupakan startup travel di Asia Tenggara yang menyandang status Unicorn.

Baca juga: Startup Unicorn, perusahaan rintisan yang bernilai belasan triliun Rupiah

Traveloka sukses mendapatkan status unicorn setelah mendapatkan kucuran dana sebesar 350 juta Dollar AS dari Expedia pada tahun 2017. Hingga kini, ada sejumlah layanan yang telah disediakan oleh Traveloka sebagai bentuk dari pengembangan perusahaan. Traveloka juga dapat dinikmati oleh Filipina, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Bukalapak

Bukalapak didirikan oleh Zacky Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid pada tahun 2010. Mereka menjadi startup setelah mendapatkan suntikan dana dari Emtek Group dan 500 startup. Yang terbaru, Bukalapak dikabarkan juga akan menerima suntikan dana dari Shinhan GIB, perusahaan asal negeri Ginseng yang akan membuat valuasi Bukalapak naik menjadi 2,5 miliar Dollar AS.

Ovo

Ovo menjadi startup unicorn kelima di tanah air. Hal ini diungkapkan oleh ex-menteri Menkominfo, Rudiantara pada ajang Siberkreasi 2019. OVO merupakan penyedia layanan pembayaran elektronik yang dibesut oleh Grup Lippo.

Mereka memiliki nilai valuasi hingga 2,9 miliar Dollar AS. Angka ini diprediksi oleh CB Insight telah dicapai oleh OVO pada bulan Maret 2018. Namun, pengumuman tersebut baru mulai dilakukan pada awal Oktober 2019.

google_play_customer_io

 

 

 

(Visited 893 times, 1 visits today)