Contoh Hutang Dagang dan Cara Penyelesaiannya

Hutang dagang adalah liabilitas jangka pendek yang terjadi saat perusahaan melakukan pengadaan barang atau jasa. Biasanya, aktivitas tersebut bertujuan untuk pembelian bahan baku untuk proses produksi barang.

Dalam prosesnya, perusahaan akan mengontak supplier untuk pembelian sejumlah bahan baku. Setelah itu, perusahaan diharuskan membayar sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan. Uang yang harus dibayarkan tersebut disebut sebagai hutang dagang.

Dalam penyelesaiannya, banyak perusahaan kerap menemui masalah, seperti keterlambatan, proses pengolahan invoice yang terlalu lama, dan sebagainya. Untuk itu, Paper.id akan berbagi tips bagaimana cara untuk menyelesaikan pembayaran hutang dagang dengan cepat agar arus kas perusahaan tetap lancar.

Baca juga: Hutang dagang dan kestabilan arus kas, cara menjaga serta mengelolanya

Contoh hutang dagang yang perlu diketahui

Hutang dagang adalah bagian pembayaran yang perlu segera dibayar. Untuk itu, pihak keuangan perusahaan perlu segera memproses pembayaran tersebut agar beban hutang perusahaan bisa berkurang.

Sebagai contoh, perusahaan A membeli batu bata, pasir, kayu, dan semen untuk pembangunan di kantor mereka dari supplier B. Total harga yang harus dibayar adalah Rp15.000.000. Angka yang dibayarkan tersebut termasuk kedalam hutang dagang.

Pada umumnya, hutang dagang memiliki sifat jangka pendek (tidak lebih dari satu tahun). Karena itu, pembayaran yang terlalu lama bisa menganggu arus kas sehingga, pembayaran perlu segera diselesaikan.

Baca juga: Account payable, apa itu dan kenapa penting bagi perusahaan?

Tips-tips menyelesaikan pembayaran hutang dagang dengan cepat dan teratur

Dalam menyelesaikannya, pembukuan hutang dagang perlu dimasukkan kedalam bagian yang terpisah. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui jumlah hutang dagang yang dimiliki agar bisa segera diselesaikan.

Selain itu, pihak finance bisa mengecek jatuh tempo pembayaran dan diskon yang diterima. Untuk itu, pihak finance perlu membagi pembukuan keuangan dan hutang dagang secara terpisah, sehingga, mereka bisa melihat jumlah hutang yang ada.

Proses pengolahan invoice pun perlu diperhatikan. Seringkali, proses pengolahan PO hingga pembayaran memakan waktu yang lama. Hal ini bisa disebabkan banyak hal, seperti cara yang masih manual serta kolaborasi dengan divisi lain yang ribet.

Hal ini bisa diatasi dengan penggunaan teknologi ERP yang dapat menghubungkan antar divisi serta teknologi secara mudah. Sayangnya, ERP memakan biaya yang mahal, proses pemasangan yang lama dan ribet. Peluang pemasangannya pun bisa gagal, karena banyak faktor seperti infrastruktur yang tidak mumpuni, SDM yang kurang serta tidak ada support menurut Bottomline technologies.

Perusahaan membutuhkan sebuah sistem yang dapat diintegrasi dengan enterprise resource system yang dimiliki secara mudah tanpa memakan biaya yang besar. Untuk itu, Paper.id memberikan solusi terbaik bagi kemudahan dalam pembayaran hutang dagang.

Dengan fitur dokumen yang lengkap yang telah terintegrasi, setiap staf bisa mengecek status dokumen dengan mudah. Setelah itu, dokumen bisa dieskalasi ke pihak atasan/manager untuk proses approval.  Hal ini mereduksi waktu pengolahan dokumen lebih cepat.

Jika sebuah perusahaan biasanya memakan waktu rata-rata 16 hari serta biaya 58.000 Rupiah per invoice menurut Aberdeen, maka hal ini bisa tereduksi dengan lebih cepat karena hanya memakan waktu 3 hari dan biaya yang lebih murah.

Dengan Paper.id, proses pembayaran hutang dagang akan lebih cepat. Beban perusahaan berkurang sehingga modal kerja Anda akan lebih maksimal. Siklus keuangan yang sehat tentunya menjadi tujuan semua perusahaan bukan?

(Visited 46 times, 1 visits today)