asalah - Masalah Membangun Waralaba Makanan Kekinian dan Solusinya

Waralaba makanan kekinian memang mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai jenis. Bagi calon pengusaha muda atau pemula, bisnis waralaba merupakan cara mudah untuk dapat memiliki suatu bisnis. Namun di Indonesia, bisnis waralaba masih identik dan digandrungi dalam bentuk kuliner. Hal itu membuat bisnis kuliner seperti makanan kekinian seakan memang tak pernah ada matinya dan tak akan pernah sepi peminatnya. Tak heran jika waralaba makanan kekinian menjadi peluang bisnis yang paling diminati dan ditekuni oleh pelaku bisnis. Berikut ini merupakan macam-macam masalah atau kendala usaha yang sering terjadi pada usaha waralaba, antara lain:

Pengetahuan franchise yang belum mumpuni

Dalam menjalankan waralaba makanan kekinian sangat diperlukan pengetahuan yang baik tentang ilmu franchise untuk memulai bisnis Franchise. Sebelum memulai usaha ini sebaiknya Kamu banyak bertanya pada mentor, atau orang yang terlebih dulu menjalankan usaha semacam ini dan berhasil serta sukses. Minimnya pengalaman terkait bisnis ini, juga dapat membuat bisnis ini hambar dan mungkin tidak bisa bertahan lama. Kamu dapat mengambil pelajaran berharga dari para mentor yang biasanya akan memberi masukan yang sangat bagus untuk dijalankan.

Baca juga: Ingin Bisnis Franchise Makanan Kekinian? Simak Tips-Tips Jitu Agar Bisnis Moncer Disini!

Komunikasi yang tidak efektif antara franchisor dengan Franchisee

Hubungan antara Franchisor sebagai selaku pemilik usaha Franchise, dan juga mitra yang menjalankan bisnis serupa, seharusnya bisa dijalankan dengan baik. Memang, terkadang ada pula kondisi di mana salah satu mitra memiliki lokasi yang jauh dengan Franchisor, yang membuat komunikasi menjadi terbatas. Karena kesibukan masing-masing pihak, sehingga mereka tidak sempat memberikan informasi mengenai perkembangan bisnis franchise yang dijalankan. Jika hal itu terjadi maka akan mengakibatkan timbulnya komunikasi yang kurang baik sehingga dapat memicu perbedaan pandangan dan ketidaksamaan persepsi antara pihak franchisor dan franchisee.

Kesulitan modal

Dari macam-macam resiko usaha yang ada, masalah klasik yang satu ini masih menjadi salah satu contoh risiko yang sering dialami pebisnis. Walaupun sudah memiliki reputasi, atau produk yang sudah dikenal luas, pemilik brand masih saja kesulitan dalam mendapatkan pendanaan yang sesuai. Seperti yang diketahui bahwa usaha franchise memang tidak memiliki dukungan dana operasional yang besar.

Dana yang dimiliki owner Franchise biasanya berupa dana dari investor. Selebihnya dana yang didapatkan adalah dana dari beberapa Franchisor yang ikut membuka usaha franchise tersebut. Kesalahan yang terjadi adalah tidak adanya cadangan dana khusus yang semestinya dimiliki oleh owner sebuah franchise, untuk kegiatan operasional seperti membeli bahan baku.

Untuk mengatasi masalah ini, Paper.id memiliki layanan baru untuk membantu franchisor dalam pembelian bahan baku ke supplier melalui tambahan tempo pembayaran. Dengan begitu, kamu bisa berbelanja lebih leluasa dengan tambahan tempo pembayaran untuk bahan baku franchise kamu. Jika tertarik atau ingin tahu info lebih lanjut bisa klik tombol dibawah ini

Penerimaan pasar akan waralaba makanan kekinian

Kesalahan dalam membaca pasar membuat penerimaan pada produk yang dijual pun cukup rendah. Penerimaan pasar yang rendah ini umumnya terjadi pada produk yang baru atau yang memiliki harga terlalu mahal untuk pangsa pasar yang tidak sesuai.

SDM yang tidak terampil

Susahnya mencari SDM yang tepat seringkali menjadi kendala dalam bisnis franchise di Indonesia. Masalah ini sebenarnya bersumber pada mental yang dimiliki SDM. Mencari karyawan untuk menjalankan bisnis franchise tentu berbeda dengan mencari karyawan untuk pabrik. Usaha waralaba makanan kekinian mengharuskan SDM berhadapan langsung dengan manusia. Sedangkan di pabrik, mereka lebih sering berhadapan dengan produk dan mesin. Ini lah mengapa mencari SDM yang terampil untuk menjalankan bisnis waralaba terbilang sulit.

Persaingan bisnis

Walaupun tidak dapat dihindari, persaingan usaha waralaba makanan kekinian seringkali menjadi masalah serius bagi pelaku bisnis franchise di Indonesia. Peraturan pemerintah sebenarnya telah mengatur tentang persaingan usaha ini, misalnya franchisor dilarang menerima lebih dari satu mitra bisnis yang beroperasi di lokasi yang berdekatan. Sayangnya, franchisee juga tidak menyadari bahwa banyak produk sejenis dengan yang dia beli lisensinya beroperasi di sekitar lokasi mereka. Berikut adalah strategi atau cara untuk meminimalkan masalah atau halangan dalam bisnis franchise yang kamu miliki

Kenali tren dan keberhasilan waralaba

Pilihan yang ditetapkan di awal akan berimbas terhadap perjalanan panjang kamu ke depannya. Karena itu, penting untuk bukan hanya ikut tren makanan kekinian dalam satu waktu, contohnya boba atau pisang nugget, tapi juga dalam memilih produk, kamu harus memilih produk yang terus dibutuhkan oleh pasar. Kamu juga perlu memilih produk dengan harga yang terjangkau, namun tetap berkualitas, sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan dengan baik. Jangan lupa, carilah franchise yang mudah dijalankan sehari-hari serta berpotensi untuk menghasilkan keuntungan.

Meningkatkan produktivitas dengan cara yang efisien

Tak bisa dipungkiri bisnis yang bertransformasi ke sistem digital lebih dapat bertahan di era sekarang. Contoh termudahnya adalah menggunakan sistem otomatis pada pembukuan atau laporan keuangan. Selain lebih efisien, laporan keuangan berbasis digital dapat mengurangi risiko kesalahan dan kerugian pada usaha yang Kamu jalankan.

Selain itu penggunaan teknologi digital juga dapat meningkatkan produktivitas karena dapat diakses dari mana saja dan kapan saja, Dengan teknologi digital Kamu akan lebih mudah memantau perkembangan bisnis dengan cara yang lebih efisien. Misalnya dalam mendelegasikan tugas kepada tim di lapangan, Kamu tidak perlu lagi turun ke lokasi hanya untuk memberikan instruksi.

Baca juga: Rahasia kesuksesan 5 waralaba minuman terlaris di Indonesia

Pelayanan yang baik terhadap pelanggan

Pelayanan yang baik merupakan salah satu cara yang tepat dalam memenuhi kepuasan terhadap konsumen. Pada dasarnya hampir semua orang ingin diperlakukan dengan baik, terutama konsumen atau pembeli. Dengan bersikap ramah dan memberikan pelayanan yang baik dan tanggap akan menimbulkan rasa nyaman dan pelangganmu pun akan merasa dihargai dan tidak menutup kemungkinan akan kembali lagi ke tokomu.

SDM yang berkualitas

Usaha apa pun tidak akan terlepas dari aspek sumber daya manusia, sehingga Kamu perlu mempersiapkan kebutuhan edukasi terhadap karyawan, baik untuk operasional sehari-hari maupun antisipasi dengan kebutuhan lain. Begitu juga dalam franchise makanan atau jenis lainnya. Bagaimanapun juga, mereka yang akan berhadapan langsung dengan usaha kita, Mereka juga membutuhkan dukungan untuk mampu menjalankan tugasnya secara optimal, baik melalui motivasi maupun sarana teknologi untuk memudahkan pekerjaan dan komunikasi antar para pegawai waralaba makanan kekinian.

(Visited 20 times, 4 visits today)