Cara Atasi Arus Kas Yang Macet Dengan Pendanaan Modal Usaha

Arus kas adalah salah satu komponen penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang, khususnya para pelaku usaha atau pebisnis. Pada kenyataannya, semua tolak ukur keuangan tersebut merupakan hal mendasar yang harus kamu perhatikan untuk dapat menentukan sehat atau tidaknya bisnis yang saat ini sedang kamu jalani. Arus kas atau yang sering juga disebut dengan cash flow adalah hal yang penting untuk memastikan bisnismu dalam keadaan lancar.

Cash flow merupakan aktivitas atau pergerakan uang yang masuk dan keluar dalam periode waktu tertentu. Pada umumnya setiap pebisnis menginginkan pergerakan uang yang masuk lebih besar dibandingkan uang yang keluar. Namun ada kalanya uang yang keluar menjadi lebih besar daripada uang yang masuk, sehingga mengakibatkan arus kas negatif. Oleh karena itu menjaga arus kas adalah hal penting yang harus dilakukan agar perusahaan dapat terus beroperasional.

Namun, seperti yang kita lihat seringkali pelaku usaha kurang memperhatikan arus kasnya sehingga perusahaannya tidak dapat melanjutkan kegiatan operasional. Terutama jika arus kas negatif terlihat berkepanjangan sehingga dapat mengancam keberadaan sebuah perusahaan. Jika demikian apabila sebuah perusahaan tidak memiliki kas yang cukup untuk membayar supplier, karyawan, atau kreditor, maka perusahaan tersebut akan dianggap pailit.

Baca juga: Cara mengajukan invoice financing lewat Paper.id (HANYA 5 MENIT!)

Arus kas yang negatif

Arus kas negatif dapat disebabkan oleh jumlah pengeluaran yang lebih besar dibandingkan jumlah uang yang masuk. Penyebab yang membuat arus kas bermasalah dalam berbisnis adalah adanya pengeluaran biaya pada saat menunggu pelunasan dari invoice klien. Hal ini dapat semakin diperparah apabila pembayaran sampai telat atau mengalami kemunduran di luar tanggal jatuh tempo, sehingga dana yang seharusnya dapat digunakan sebagai modal operasional tidak dapat diterima, dan kegiatan bisnis pun menjadi terhambat.

Invoice financing atau adalah solusi kredit di mana peminjam menggunakan invoice belum terbayar yang ia miliki sebagai dokumen utama dalam aplikasi pendanaan. Saat pelanggan membayar invoice, peminjam dapat melunasi pendanaannya ke penyedia invoice financing. Jangka waktu invoice financing berkisar di antara 15-90 hari, sesuai siklus pembayaran invoice pada umumnya. Secara umum, besar pendanaan adalah sejumlah 70-80% dari nilai invoice.

Mengapa harus memilih invoice financing atau pendanaan modal usaha?

Invoice financing merupakan pendanaan modal usaha dengan menggunakan invoice sebagai agunannya. Kamu juga dapat mengajukan pendanaan yang lebih fleksibel dibandingkan pendanaan lain yang pada umumnya membutuhkan agunan berupa fixed asset seperti tanah & bangunan. Dengan mengajukan invoice financing, perusahaan mu yang masih menunggu pelunasan invoice dapat berjalan seperti biasa. Arus kas perusahaan juga akan lebih lancar dan tidak terganggu.

Baca juga: Kegunaan supply chain financing untuk optimasi perusahaan

Pengajuan pendanaan di Paper.id

Paper.id punya layanan pendanaan baru bernama #DibayarLebihCepat. Dengan layanan ini, kamu bisa mencairkan invoice kamu hanya dengan sekali klik dalam waktu 2 hari saja tanpa biaya pengajuan sama sekali. Bisnis jadi makin lancar dan untung karena invoice kamu bisa cair lebih cepat dengan layanan ini!

Lakukan pencairan invoice lebih cepat agar operasional bisnis tetap lancar tanpa harus menunggu mitra kamu bayar dengan layanan #DibayarLebihCepat! Klik tombol dibawah ini untuk menggunakan layanan ini!

 

 

(Visited 31 times, 1 visits today)