Kontroversial, Ini 3 Peluang Usaha Yang Timbul Akibat Wabah Virus Corona

Wabah virus corona yang sedang melanda Indonesia tidak hanya menimbulkan efek negatif, tapi juga efek positif terhadap munculnya peluang usaha yang baru. Peluang ini muncul berkat kejelian orang-orang dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Hal tersebut dipicu oleh tingginya tingkat kebutuhan orang-orang sehubungan dengan wabah virus yang muncul. Meski kontroversial, hal tersebut tidak membuat orang-orang mundur, melainkan tetap maju dengan memanfaatkan hal itu. Berikut 3 peluang usaha yang timbul akibat wabah virus corona.

Peluang usaha jualan masker

Siapa sangka, masker kini menjadi barang paling dicari saat ini. Masker diklaim sebagai barang pelindung agar melindungi kita dari tetesan-tetesan air yang keluar dari mulut. Hal ini kerap terjadi saat seseorang sedang ngobrol dengan orang lain.

Baca juga: Hadapi Corona, ini 5 software gratis bagi pebisnis UMKM untuk kerjadi dari rumah

Selain itu, masker menjadi barang yang wajib dikenakan oleh tenaga kerja medis yang sedang merawat pasien yang sedang terkena virus Corona menurut WHO. Tingginya permintaan masker membuat sejumlah orang untuk menimbun masker dan menjualnya dengan berkali-kali lipat.

Pemerintah tidak tinggal diam akan hal itu. Bagi siapa yang terbukti mempermainkan harga akan terkena pasal dalam undang-undang No. 7 tahun 2014. Selain itu, sejumlah e-commerce seperti Tokopedia juga melakukan upaya agar perdagangan masker tetap dibatas normal seperti dilansir dari Kompas.

Jualan hand sanitizer

Selain masker, hand sanitizer juga termasuk kedalam daftar barang most wanted. Tuntutan untuk tetap bersih dan higienis memaksa masyarakat untuk membekali mereka dengan hand sanitizer, agar bisa membersihkan tangan mereka dimana saja dan kapan saja.

Sayangnya, hal ini malah dijadikan peluang usaha oleh orang-orang dengan membeli dan menimbun hand sanitizer dalam jumlah banyak. Setelah itu, penjual akan menjualnya dengan harga yang sangat mahal.

Hal ini sudah termasuk sebagai tindakan criminal yang dilarang oleh negara dan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan undang-undang no.7 tahun 2014, sama dengan yang telah dijelaskan diatas.

Jualan rempah-rempah

Anjuran untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dengan meminum minuman rempah-rempah juga mempengaruhi masyarakat. Tak pelak, rempah-rempah seperti jahe dan ginseng juga diburu orang-orang. Bahan-bahan ini menjadi ramuan minuman yang dapat membantu mereka untuk tetap fit dalam masa-masa genting saat ini.

Baca juga: Cara bisnis tetap jalan ditengah bahaya virus Corona

Dilansir dari Beritasatu, Corona buat harga rempah-rempah naik 5 kali lipat. Hingga Kamis (12/3) kemarin, harga jahe merah telah menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram (kg) dan temulawak telah menyentuh harga Rp 50.000 per kg.

Selain itu, tingginya permintaan akan rempah-rempah juga membuat rempah-rempah sulit dicari. Hal ini juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pembukaan acara The 2nd Asian Agriculture & Food Forum 2020 di Istana Negara.

Kesimpulan

Tingginya permintaan hand sanitizer, masker dan rempah-rempah menjadi sebuah fenomena yang terjadi di masyarakat pada saat ini. Wabah virus Corona yang semakin mengancam membuat orang-orang waspada dan berusaha untuk melindungi diri mereka dengan ketiga barang tersebut.

Nyatanya, hal ini juga menjadi peluang usaha yang dimanfaatkan untuk menimbun pundi-pundi rupiah. Langkah kontroversial dilakukan dengan membeli barang dalam jumlah banyak dan menimbunnya untuk menciptakan monopoli pasar yang menguntungkan pihak tertentu.

Tentunya, pihak pemerintah dan berwajib sudah melakukan langkah dengan melakukan penyisiran di sejumlah tempat agar tidak ada lagi praktek monopoli seperti di atas. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat akan masker, hand sanitizer, rempah-rempah dan barang-barang lainnya tetap tercukupi selama mengarungi masa social distancing saat ini.

Di tengah wabah corona ini, para pengusaha berjuang untuk tetap mempertahankan bisnis mereka agar tetap bisa berjalan. Ada banyak kendala yang harus dihadapi, seperti arus kas yang tersendat dan pengelolaan keuangan yang terganggu. Arus kas yang tersendat bisa dari masalah pembayaran invoice yang tidak berjalan lancar karena klien belum membayar serta pengelolaan keuangan yang terganggu akibat kegiatan kantor yang berpusat dari rumah karena work from home.

Untuk masalah ini, Paper.id siap membantu Anda agar kegiatan operasional tetap berjalan dengan lancar dan arus kas tetap terjaga. Dengan fitur invoicing dan accounting, Anda tetap bisa menagih pelanggan serta melakukan pembukuan secara langsung dan rapi dimanapun dan kapanpun. Selain itu, layanan Paper Finace Solution juga siap membantu Anda. Klik tombol diatas untuk menggunakan Paper.id dengan mudah.

 

(Visited 29.504 times, 1 visits today)