masalah finansial

Sebuah UMKM yang sehat bergantung kepada kondisi finansial yang baik karena berfungsi sebagai “bahan bakar” untuk menjalankan operasional. Jika keuangan tidak baik, operasional usaha akan tersendat. Karena itu, setiap pelaku usaha perlu menjaga kondisi keuangan usaha mereka dengan baik.

Setiap pelaku usaha menghadapi beragam masalah keuangan yang dihadapi seperti, arus kas yang tidak sehat, pengeluaran tak terduga, kesulitan mendapatkan akses pendanaan dan lainnya. Masalah-masalah tersebut menghambat kemajuan usaha dan bisa membuat usaha gulung tikar.

Baca juga: 5 aplikasi pembayaran digital yang wajib diketahui pemilik usaha kecil menengah

Untuk menghindari masalah tersebut, setiap pelaku usaha diharuskan untuk mengetahui penyebab dan solusinya. Apakah Anda salah satu yang sedang mengalami masalah keuangan? Jika iya, simak 4 masalah finansial yang kerap dialami oleh UMKM di tahun 2019.

Arus kas yang tidak sehat

Dalam survey yang dilakukan oleh Guidant Financial dan LendingClub pada 2700 UMKM di Amerika, arus kas menjadi masalah terbesar yang dialami sebanyak 33% UMKM. Hal ini juga diamini oleh Ken Wentworth, pemilik dari Mr.Biz Solutions yang menganggap masalah arus kas menjadi masalah konstan yang umum dialami oleh UMKM setiap waktu.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memperbaiki proses pembayaran. Langkah pertama yang bisa dilakukan, Anda bisa memajukan tenggat pembayaran agar bisa mendapatkan uang lebih cepat. Jika biasanya pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 30 hari maka, Anda bisa memajukannya menjadi 14 hari. Pastikan untuk memberikan informasi kepada klien agar mereka dapat membayarnya tepat waktu.

Selain itu, Anda bisa menambah channel pembayaran dengan memasukkan kartu kredit dan VA. Dengan begitu, klien Anda bisa melakukan pembayaran dengan mudah. Untuk memudahkan Anda, gunakan Paper.id untuk kemudahan usaha Anda. Pembuatan invoice bisa lebih mudah berkat pilihan tenggat waktu yang disesuaikan. Selain itu, pengirimannya mudah karena bisa lewat Whatsapp sehingga, klien Anda bisa menerima invoice dengan lebih cepat.

Paper.id juga menyediakan portal pembayaran bernama PayPer. Invoice Anda bisa dibayar langsung lewat VA atau kartu kredit dengan memilihnya langsung lewat invoice. Pelanggan Anda bisa langsung membayarnya tanpa perlu repot-repot membuka mobile banking. Segala kemudahan ini bisa Anda rasakan Cuma-Cuma! Download sekarang disini!

Anggaran yang jelas

Tantangan lainnya yang kerap dihadapi oleh UMKM adalah budget. Anggaran budget yang jelas dan sesuai kemampuan menjadi hal yang penting agar operasional berjalan lancar. Untuk itu, setiap pelaku usaha perlu membagi budget untuk setiap periode.

Pertama, Anda perlu melihat sumber pemasukan Anda. Biasanya sumber pemasukan berasal dari piutang, angka penjualan dan investasi. Setelah itu, cek apa saja yang perlu dibayar seperti penyewaan barang, pembayaran utang, dan biaya belanja.

Baca juga: Cara UMKM mengatasi persaingan pasar bebas ASEAN

Setelah itu, Anda baru bisa membuat anggaran budget per kuarter dan per bulan. Buatlah daftar biaya belanja untuk pemasaran, travel, kebutuhan operasional, dan pembayaran vendor. Dengan begitu, anggaran budget jelas dan baik pemasukan maupun pengeluaran bisa terkontrol.

Pemasaran

Zaman sekarang, internet menjadi media pemasaran yang efektif. Google, Facebook, dan Instagram menjadi media pemasaran online yang kerap digunakan banyak orang. Masalahnya, UMKM kesulitan dalam melakukannya mengingat, pemasangan iklan membutuhkan uang yang besar.

Untuk mengatasinya, UMKM bisa mengandalkan SEO dengan membuat blog di website perusahaan mereka. SEO yang baik dapat membuat website Anda memiliki ranking yang baik dan cepat dikenal oleh orang-orang. Salah satu konten yang kerap digunakan adalah membuat video yang menjelaskan mengenai masalah yang dihadapi oleh banyak usaha.

Kurangnya akses pendanaan

Budget penting untuk menjalankan bisnis. Tanpa budget, bisnis kita tidak akan berjalan lancar. Untuk menjalankannya, setiap usaha membutuhkan dana yang cukup. Namun, hal ini tidak mudah untuk dipecahkan oleh UMKM karena mereka tidak memiliki dana yang besar dan stabil.

Akses pendanaan dari bank sulit didapatkan karena data keuangan yang tidak rapi serta pencatatan keuangan yang tidak baik menurut Deloitte (2015). Untuk itu, setiap UMKM perlu memperbaiki pencatatan keuangan mereka agar rapi sehingga, arus kas mereka baik dan mempermudah akses pendanaan dari bank.

Untuk mempermudahnya, Anda bisa menggunakan Paper.id untuk membantu Anda dalam melakukan pencatatan bukti transaksi Anda. Setiap pembuatan invoice yang ada akan tercatat secara langsung dan terhitung secara otomatis karena semua fitur telah terintegrasi. Fitur ini dapat dirasakan dengan gratis sehingga, DOWNLOAD SEKARANG!

(Visited 422 times, 3 visits today)