fbpx Paper.id - Invoicing #1 di Indonesia

Invoice Kredit dan Invoice Debit dalam Contoh Invoice Tagihan

Destri Dela | August 21, 2018
Invoice Debit

Invoice Debit

Rate this post

Invoice Debit- Dalam suatu bisnis, menggunakan contoh invoice tagihan yang baik untuk pelanggan adalah suatu keharusan. Hal ini perlu diupayakan untuk meningkatkan minat klien membayar tagihan tepat waktu. Namun terkadang, tahap terakhir suatu transaksi atau penjualan tidak hanya dari bentuk invoice tagihan saja.

Adanya invoice kredit atau invoice debit memiliki fungsi tertentu. Kedua invoice ini merupakan contoh invoice tagihan tambahan dalam suatu transaksi. Namun, apakah istilah tersebut masih terasa asing bagi Anda? Istilah debit dan kredit memiliki arti yang berbeda untuk transaksi akuntansi, bahkan transaksi perbankan.

Ketika sebuah bisnis menukar invoice kredit atau invoice debit, Anda perlu mengerti apa arti dari dokumen-dokumen ini.

Invoice Kredit

Ketika melakukan penjualan maka Anda mengeluarkan invoice kredit karena berbagai alasan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Jika pelanggan melaporkan masalah dengan barang dagangan yang dibeli, penjual dapat mengeluarkan invoice kredit.
  • Jika pelanggan mengembalikan produk yang tidak digunakan, penjual dapat mengeluarkan invoice kredit untuk jumlah yang dikembalikan.
  • Jika pelanggan tidak puas dengan layanan yang disediakan, penjual dapat mengeluarkan invoice kredit kepada pelanggan.

Selain itu, ada beberapa fakta dasar yang Anda harus ketahui tentang invoice kredit.

  • Invoice kredit menambah jumlah uang yang diharapkan diterima oleh penjual dari pelanggan.
  • Penjual mengurangi piutangnya untuk jumlah invoice kredit dan meningkatkan pengembalian dan tunjangan penjualan.
  • Pembeli mengurangi hutangnya untuk jumlah invoice kredit dan mengurangi nilai inventarisnya.

Intinya, yang perlu digarisbawahi tentang invoice kredit adalah klien harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penjual. Karena sebagai salah satu contoh invoice tagihan, invoice kredit diberikan ketika ternyata ada kekurangan biaya pada invoice sebelumnya.

Invoice Debit

Contoh Invoice Tagihan

Terdapat beberapa alasan mengapa penjual mengeluarkan invoice debit. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Jika pelanggan melewatkan tenggat waktu, invoice tagihan untuk diskon pembayaran awal dan memotong diskon, penjual dapat mengeluarkan invoice debit untuk jumlah diskon.
  • Jika penjual membayar ongkos kirim untuk pelanggan, penjual dapat mengeluarkan invoice debit untuk biaya pengiriman tersebut.
  • Jika penjual tidak diharuskan untuk membebankan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) atau GST (Pajak Barang dan Jasa), ia kemungkinan akan mengeluarkan invoice debit.

Fakta dasar yang harus Anda ketahui tentang invoice debit adalah,

  • Invoice debit mengurangi jumlah uang yang diterima dari pelanggan.
  • Penjual meningkatkan piutangnya untuk jumlah invoice debit dan meningkatkan pendapatan.
  • Pembeli dapat meningkatkan hutangnya untuk jumlah invoice debit dan juga meningkatkan pengeluarannya.

Jadi, mekanisme transaksi invoice debit membuat klien mendapatkan biaya tertentu. Invoice yang dikenakan biaya sebelumnya kepada klien, terindikasi ada kelebihan biaya. Invoice debit juga merupakan contoh invoice tagihan oleh klien kepada vendor.

Keuntungan dan Kerugian

Contoh Invoice Tagihan

Pengeluaran invoice kredit dan debit ternyata memiliki keuntungan dan kerugian. Masing-masing tentu akan mempengaruhi transaksi dalam bisnis antara penjual dan pembeli.

Keuntungan dari Penerbitan Faktur Kredit dan Debit

  • Invoice kredit dan debit menyediakan jejak kertas untuk transaksi. Dokumentasi ini memungkinkan karyawan perusahaan dan auditor untuk memelihara catatan dan meninjau transaksi masa lalu.
  • Invoice kredit dan debit juga membuat catatan antara pembeli dan penjual mengenai transaksi keuangan antara kedua entitas.

Kekurangan dari Penerbitan Invoice Kredit dan Debit

  • Setiap invoice kredit atau debit yang dikeluarkan menciptakan biaya tambahan untuk penjual. Biaya-biaya tersebut terkait dengan pembuatan invoice. Biaya yang termasuk adalah biaya kertas, biaya tinta, biaya pengiriman dan biaya tenaga kerja.
  • Banyaknya invoice kredit dan debit akan membuat klien bingung karena termasuk dokumen tambahan.

Bagaimana menurut Anda tentang invoice kredit dan invoice?

Apakah selanjutnya bisnis Anda akan membutuhkan kedua invoice tersebut? Jika iya, Anda dapat menggunakan Paper.id. Anda tidak hanya akan mendapatkan contoh invoice tagihan yang prfessional. Di Paper.id Anda juga bisa request segala macam jenis invoice. Termasuk invoice jasa yang dapat dicostumize sesuai syarat dan ketentuan perusahaan Anda! Semua contoh invoice tagihan ada di Paper.id – Software Invoicing #1 di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *