Entrepreneur Sukses: Si Anak Yatim yang Menjadi Kaya Karena Kacamata

Fery Andriawan | October 8, 2018
Entrepreneur Sukses - Paper.id

Entrepreneur Sukses – Paper.id

SuksesĀ tidak datang dalam sekejap mata. Butuh kerja keras dan motivasi besar dalam melakukannya. Ada beberapa pengusaha yang memang telah kaya sedari kecil, salah satunya adalah Mukesh Ambani. Entrepreneur sukses asal India tersebut kini dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia, menggeser Jack Ma yang merupakan pemilik dari Alibaba Group.

Namun, tidak semua orang bisa memiliki nasib beruntung yang sama seperti Mukesh. Sebab, mereka harus bekerja keras dari nol apabila ingin mencapai kesuksesan. Salah satu contoh yang patut menjadi panutan para pengusaha muda adalah Leonardo Del Vecchio, owner brand kacamata terkenal di dunia asal Italia yang bernama Luxottica.

Menurut data yang didapatkan dari Forbes, Del Vecchio memiliki kekayaan bersih mencapai 23 triliun dollar atau kurang lebih mencapai 350 triliun rupiah. Dengan total harta yang sangat besar itu, entrepreneur sukses tersebut menduduki peringkat ke-45 orang terkaya di dunia per bulan September 2018. Angka itu dipastikan akan terus bertambah seiring perkembangan Luxoticca yang semakin pesat.

Walaupun dikenal sebagai salah satu orang yang sangat berpengaruh di dalam dunia fashion, Del Vecchio tidak sombong. Bagaimana bisa ia besar kepala mengingat masa lalunya sangatlah kelam. Siapa sangka dibalik tuxedo, kacamata mahal hingga rumah besar bak istana, masa kecil pria berusia 83 tahun tersebut berawal dari rumah anak yatim.

Entrepreneur Sukses: Leonardo Del Vecchio

Leonardo Del Vecchio - Paper.id

Leonardo Del Vecchio – Paper.id

Del Vecchio lahir pada tahun 1935 di kota Milan, Italia. Beliau lahir dari rahim seorang ayah yang merupakan penjual buah. Namun, angan-angan untuk bermain seperti anak kecil seusianya, tidak ia dapatkan. Sebab, tak selang beberapa lama setelah ia lahir, sang ayah meninggal dunia. Del Vecchio pun harus bekerja di usia yang masih sangat kecil agar bisa mendapatkan sesuap nasi.

Tak tega dengan anaknya, sang ibu pun mengirimkan Del Vecchio ke rumah anak yatim agar mendapatkan kehidupan layak. Di usia remaja, tepatnya 15 tahun, ia akhirnya mendapatkan pekerjaan pertama di sebuah pabrik di Milan. Walaupun harus mencari uang, ia tetap tidak lupa dengan pendidikan. Oleh karena itu, di pagi hari ia bekerja dan di malam hari, ia belajar di Brera Fine Arts Academy, tepatnya di bidang desain.

Pada tahun 1958, Del Vecchio memilih untuk keluar dari pekerjaan dan berfokus untuk membangun bisnis sendiri. Sejak awal, ia memang telah memilih untuk berkecimpung di dunia fashion, terutama kacamata. Setelah tiga tahun, ia pun, secara resmi, menggunakan Luxottica sebagai merk brand utamanya.

Kesuksesan Luxottica

Luxottica - Paper.id

Luxottica – Paper.id

Ekspansi besar-besaran Luxottica baru dimulai pada awal tahun 1970-an. Brand tersebut mulai fokus mengembangkan produknya sendiri dengan membuat bingkai dan kaca sesuai dengan target pasar. 10 tahun berselang, Luxottica mampu menembus pasar Amerika Serikat dan meraup keuntungan belasan kali lipat lebih besar dari sebelumnya.

Sejauh ini, Luxottica berpusat di dua negara berbeda yakni Italia (Milan) dan Amerika Serikat (New York). Perusahaan tersebut kini telah membawahi lebih dari 100 ribu karyawan di seluruh dunia dengan total pendapatan mencapai 9 juta euro setiap tahunnya. Lebih lanjut, di tahun 2017 lalu, mereka baru saja melakukan merger dengan Esillor. Dengan itu, mereka menasbihkan diri sebagai salah satu retailer terbesar di dunia.

Luxottica ternyata membawahi beberapa brand terkenal, seperti Sunglass Hut, LensCrafter, Rayban, Oakley.Mereka juga membuat kacamata untuk Channel, Prada, Bvlgari hingga Armani. Tak berhenti sampai disitu, Del Vecchio sudah berencana untuk melebarkan sayap ke produk terkenal mancanegara lainnya.

Daya Tarik Del Vecchio

Pegawai Luxottica

Pegawai Luxottica

Kesuksesan besar yang didapatkan oleh Luxottica ternyata berimbas terhadap kekayaanya. Di tahun 2018 ini, Del Vecchio dinobatkan sebagai orang kedua terkaya di Italia. Jumlah hartanya hanya kalah dari Maria Franca Fisollo yang merupakan pemilik dari Nutella, Kinder Chocolate dan Tic-Tac Mints. Jika dihitung secara nominal, perbedaan harta keduanya terpaut kurang lebih 3 juta euro.

Dikarenakan masa lalunya yang cukup kelam, Del Vechio sangat peduli dengan para karyawan di Luxoticca. Sebagai bukti, ia pernah membagikan uang sebanyak 9 juta euro ketika dirinya merayakan ulang tahun ke-80. Bukan hanya itu, para pegawai di perusahaanya memang kerap kali mendapatkan bonus karena kedermawanan sang bos.

Del Vecchio hanyalah salah satu dari beberapa entrepreneur sukses yang tetap rendah diri walaupun sudah berada di puncak karirnya. Sebelum beliau, Bill Gates juga melakukan hal yang serupa. Mantan CEO Microsoft tersebut menggunakan waktu pensiunnya untuk memerangi kemiskinan di dunia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *