Penyesuaian barang dagang termasuk kedalam proses akuntansi. Dalam proses ini, Anda akan merapikan pencatatan dari segala sesuatu yang telah terjadi. Dengan begitu, Anda bisa melihat laporan akuntansi dengan lebih rapi.

Proses ini terjadi sebelum proses akhir jurnal akuntansi. Setiap perusahaan perlu mengetahui mengenai apa saja yang perlu dilakukan dalam membuat laporan yang rapi. Berikut penjelasan mengenai penyesuaian barang dagang.

Baca juga: 4 alasan kenapa coffee shop harus menggunakan aplikasi akuntansi gratis

Pengaruh penyesuaian barang dagang dalam laporan akuntansi

Laporan akuntansi wajib dilakukan oleh setiap perusahaan. Dalam pencatatannya, terdapat proses penyesuaian barang. Jurnal penyesuaian berfungsi untuk membuat laporan mengenai pendapatan dan pengeluaran dalam laporan aset dan laba rugi dan kewajiban dalam laporan neraca dengan nilai yang sebenar-benarnya.

Akun-akun yang berada dalam proses ini adalah biaya yang masih harus dibayar, pendapatan yang masih harus dibayar, pendapatan yang belum diakui dan biaya dibayar di muka. Persediaan barang dagang termasuk sebagai biaya yang dibayar dimuka dalam perusahaan dagang. Pencatatannya akan dicatat sebagai aset dan biaya akan dicatat setelah penjualan terjadi.

Di akhir, perusahaan akan melakukan stock opname. Laporan stock opname akan disesuaikan dengan nilai persediaan akhir dari laporan laba rugi. Jika ditemukan ketidak cocokkan maka, perusahaan akan kembali melakukan perhitungan sampai nilainya cocok.

Baca juga: 3 cara mengatasi penyusutan persediaan barang dagang dalam gudang

Klasifikasi laporan penyesuaian barang dagang

Laporan penyesuaian barang dagang terbagi kedalam 2 jenis, perpetual dan periodik. Pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Berikut penjelasan dari masing-masing laporan.

  1. Metode perpetual
    Dalam laporan dengan metode perpetual, segala transaksi yang terjadi akan selalu dicatat. Hal ini meliputi pemasukan, pengeluaran, persediaan barang, dan pengembalian barang. Metode perpetual memudahkan perusahaan dalam membuat laporan laba rugi dan neraca karena, pencatatan dilakukan secara berkala. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu melakukan stock opname pada barang yang tersisa. Barang-barang yang biasanya dicatat dalam laporan ini adalah barang-barang yang memiliki nilai jual yang tinggi serta mudah dicatat pemasukan dan pengeluarannya seperti mobil, peralatan rumah tangga, dan furniture.
  2. Metode periodik
    Laporan dengan metode periodik biasanya dilakukan dengan sederhana karena pencatatan penjualan dan pembelian dibedakan. Penghitungannya dilakukan dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit utang atau akun kas. Perusahaan hanya mengetahui jumlah persediaan barang dagang di akhir periode dengan melakukan stock opname pada jumlah persediaan barang yang dimiliki. Barang-barang yang dicatat dalam laporan ini biasanya barang-barang dengan nilai jual yang murah tapi sering dijual.

Perbedaan metode periodik dan perpetual

Baik metode perpetual maupun periodik memiliki ciri khas masing-masing. Berikut perbedaan keduanya yang perlu Anda ketahui

Periodik Perpetual
Buku pembantu Metode periodik tidak menggunakan buku pembantu, hanya catatan biasa. Kartu persediaan barang dagang
Pencatatan transaksi keuangan Dilakukan saat pembelian barang saja

 

Dilakukan pada pembelian dan penjualan barang dagang.
Nama akun Akun pembelian Akun persediaan barang dagang
 Penyesuaian akhir periode Menutup persediaan barang dagang awal dan mencatat persediaan barang dagang awal dan akhir dari hasil perhitungan fisik Tidak ada jurnal penyesuaian


google_play_customer_io